Paroki Kelor Rayakan Hari Orang Miskin Sedunia
Dalam rangka memperingati Hari Orang Miskin Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 November, Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor melaksanakan aksi sosial dengan memberikan paket sembako atau dana karitatif kepada umat yang hidup sebatang kara, menderita sakit, maupun yang mengalami gangguan mental di wilayah Semin, Candirejo dan Wiladeg. Kegiatan ini menjadi wujud nyata belarasa Gereja terhadap mereka yang sering kali terpinggirkan dari kehidupan sosial.
Mengulurkan Tangan untuk Saudara yang Sakit dan Rentan
Pastor Paroki Kelor, Romo Markus Januharka, Pr atau yang biasa dipanggil dengan Romo Nanung, bersama dengan Tim pelayanan sosial Paroki Kelor dan beberapa relawan wilayah telah menyiapkan paket sembako berisi beras, mie instan, minyak goreng, gula, serta kebutuhan dasar lainnya. Paket tersebut diantarkan langsung ke rumah para penerima bantuan. Pendekatan dari rumah ke rumah dilakukan sehingga relasi personal dan kehadiran Gereja dapat dirasakan secara nyata.
Wilayah Semin, Candirejo dan Wiladeg menjadi salah satu fokus pelayanan, terutama bagi umat yang hidup sebatang kara, sedang sakit dan ada yang mengalami gangguan mental. Beberapa dari mereka hidup dalam kondisi yang membutuhkan pendampingan dan perhatian ekstra. Dalam kunjungan tersebut, tim pelayanan sosial membawa doa, penguatan rohani, serta dukungan moral bagi Kelompok Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel (KLMTD).
Mengulurkan tangan untuk saudara yang sakit dan rentan[/caption]
Dalam kunjungan tersebut, tim tidak hanya memberikan sembako, tetapi juga meluangkan waktu untuk berdialog, mendoakan, dan mendengarkan keluh kesah mereka. Bahkan ada seorang ibu yang sedang sakit menerima Sakramen Minyak Suci yang diterimakan oleh Romo Nanung. Umat Katolik yang hidup sebatang kara ini sudah lanjut usia dan sudah tidak produktif lagi.
Sehingga, untuk kebutuhan makan sehari-hari, mereka menggantungkan belas kasihan dari tetangga sekitar yang bergotong-royong menyediakan makan untuk mereka. Sebagian dari penerima bantuan, ada yang mempunyai anak merantau. Namun karena keterbatasan ekonomi, sang anak belum dapat pulang untuk menengok orangtuanya yang hidup sendiri.
Mereka mengungkapkan rasa haru atas perhatian Gereja yang hadir menyapa di tengah kesendirian mereka. Salah satu relawan menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga “hadir sebagai saudara” bagi mereka yang sedang dalam pergumulan hidup
Aksi Kepedulian yang Menghadirkan Sukacita
Selain wilayah Semin dan Wiladeg, aksi kepedulian yang menghadirkan sukacita juga dilakukan di wilayah Candirejo . Di wilayah Candirejo, Vikaris Paroki Kelor Romo Christophorus Sutrasno, Pr juga menyampaikan dana sosial dari Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor berupa jaminan hidup (jadup) kepada beberapa umat yang layak menerima bantuan.
Jadup adalah dana karitatif yang diterimakan dua kali dalam setahun yaitu 6 bulan sekali. Jumlah total bantuan jadup selama setahun untuk satu orang yang termasuk KLMTD sebesar satu juta rupiah. Jadup ini diterimakan dalam dua tahap. masing-masing tahap sejumlah lima ratus ribu rupiah dan diterimakan dua kali dalam setahun.
Aksi kepedulian yang menghadirkan sukacita[/caption]
Makna Hari Orang Miskin Sedunia bagi Paroki Kelor
Paus Fransiskus dalam pesannya berulang kali menekankan bahwa Hari Orang Miskin Sedunia adalah ajakan bagi seluruh umat Katolik untuk “Menyentuh Daging Kristus Yang Menderita” melalui tindakan nyata. Semangat ini dihidupi oleh Paroki Kelor dengan mengutamakan umat paling kecil, terpinggirkan, dan terlupakan.
Koordinator tim sosial Paroki Kelor menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Gereja untuk:
- Menghadirkan wajah Allah yang penuh kasih
- Membangun solidaritas antar umat
- Menggerakkan komunitas untuk peduli sesama
Aksi ini juga mengingatkan bahwa pelayanan Gereja tidak hanya terjadi di altar dan gedung gereja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari: ketika kita mengunjungi, menguatkan, dan mendukung saudara-saudara yang hidup dalam kesulitan.
Makna Hari Orang Miskin Sedunia bagi Paroki Kelor[/caption]
Pelayanan Sosial yang Berlanjut
Pemberian dana sosial di Paroki Kelor sudah cukup lama berlangsung. Tidak hanya saat peringatan Hari Orang Miskin Sedunia, bantuan sosial untuk pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan hidup bagi umat Paroki Kelor yang membutuhkan sudah dilakasanakan secara rutin. Dana sosial yang diberikan berasal dari Dana Papa Miskin (Danpamis), Aksi Puasa Pembangunan (APP) dan hasil dari Tabungan Cinta Kasih (TCK).
Paroki Kelor berencana akan terus melanjutkan program pelayanan sosial ini tidak hanya pada Hari Orang Miskin Sedunia saja, tetapi juga secara berkala sepanjang tahun. Dengan hadirnya relawan dari lingkungan dan wilayah, kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang dapat saling meneguhkan rasa persaudaraan sebagai pengikut Kristus.. Semoga dana soaial yang disampaikan dapat bermanfaat dan menjadi saluran berkat bagi sesama.
Berkah Dalem.
