Kunjungan Timpel Ibu-Ibu Paroki ke Wilayah Kelor
(Kunjungan Kasih dan Penguatan Peran Ibu dalam Pembinaan Iman Keluarga)

Data Kegiatan:

  • Waktu: Sabtu, 14 Februari 2026 | Pukul 10.00 WIB s.d. Selesai
  • Tempat: Pendopo St. Matius, Paroki Kelor
  • Peserta: Romo Pendamping (Romo Ch Sutrasno Purwanto Pr) sebagai Narasumber, Kabid Paguyuban (Bapak Sutaji), Ketua Wilayah Kelor (Bapak Yusuf ), Timpel Ibu-ibu Paroki, dan Ibu-ibu perwakilan Lingkungan se-Wilayah St. Petrus dan Paulus Kelor.

 


Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini merupakan bentuk kunjungan kasih (visitation) dari Timpel Ibu-ibu Paroki ke tengah ibu-ibu di Wilayah Kelor. Kunjungan ini bertujuan untuk membangun kedekatan emosional dan spiritual, sekaligus memetakan dinamika iman di tingkat keluarga.
Fokus utama srawung ini adalah berdialog mengenai tiga pilar penting:

 

 

  1. Peran Strategis Ibu: Meneguhkan kembali bahwa ibu adalah “Guru Iman” pertama di rumah. Ibu bukan hanya pengurus domestik, tapi “Manajer Spiritual” yang menentukan arah iman anak-anak.
  2. Tantangan Nyata: Membedah persoalan masa kini, mulai dari gempuran gaya hidup digital yang menjauhkan relasi anggota keluarga, hingga kesibukan yang menyita waktu doa bersama.
  3. Strategi Menghidupi Iman: Merumuskan cara-cara praktis agar iman tetap “menyala” di rumah, seperti menciptakan ritual doa yang menyenangkan bagi anak, menjadi pendengar yang baik, serta menghadirkan sosok ibu yang sabar dan penuh kasih sebagai cerminan kasih Tuhan.

Selain itu dengan Kunjungan ini diharapkan akan terbentukn Paguyuban Ibu-ibu Wilayah Kelor yang solid.

Keberadaan paguyuban ini diharapkan memberikan manfaat nyata, antara lain:

  1. Wadah Saling Menguatkan (Support System): Menjadi ruang bagi para ibu untuk berbagi beban dan solusi dalam menghadapi tantangan mendidik anak di era digital.
  2. Sarana Pembinaan Iman Berkelanjutan: Memudahkan koordinasi program-program pembinaan rohani dari paroki agar lebih menyentuh tingkat keluarga di wilayah.
  3. Pemberdayaan Potensi: Menjadi tempat untuk menggali dan menyalurkan bakat serta kreativitas ibu-ibu dalam pelayanan Gereja maupun kemasyarakatan.

Makna Rohani

Makna spiritual yang ingin dibangun adalah:

  • Ibu sebagai Katekis Utama (Pendidik Iman Anak): Menyadari bahwa ibu adalah “buku agama” pertama yang dibaca oleh anak-anaknya.

Makna rohani dari pertemuan ini adalah menguatkan panggilan ibu untuk tidak hanya memberi makan raga, tetapi juga memberi asupan jiwa bagi anak melalui pengajaran doa, nilai kejujuran, dan pengenalan akan sosok Yesus sejak dini.

  • Semangat Visitasi (Kunjungan Kasih): Meneladan Bunda Maria yang mengunjungi Elisabeth. Kehadiran Timpel Paroki ke Wilayah Kelor bukan sekadar urusan organisasi, melainkan membawa sukacita Kristus untuk saling menguatkan pundak sesama ibu dalam memikul tanggung jawab mendidik anak secara Katolik.
  • Sinodalitas dalam Keluarga: Mengamalkan budaya Lungguh Bareng, Rembug Bareng, Mutuske Bareng, lan Nandangi Bareng.

Melalui dialog ini, para ibu diajak menyadari bahwa mendidik iman anak adalah tugas “berjalan bersama” antara ibu, ayah, dan Gereja, sehingga ibu tidak merasa berjuang sendirian.

  • Ibu sebagai Saksi Kasih Allah: Menghayati bahwa setiap kelembutan, ketegasan yang mendidik, dan doa-doa yang dipanjatkan seorang ibu untuk anaknya adalah bentuk ibadah yang paling mulia dan nyata di hadapan Tuhan.