Sinau Bareng Katakese Hasil Sinode Pendidikan KAS : Refleksi Bersama Masa Depan Sekolah Katolik

Kelor, 1 Maret 2026 – Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor mengadakan kegiatan Sinau Bareng Katakese Hasil Sinode Pendidikan KAS pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Pendopo Santo Matius Kelor. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Albertus Hesta Hana Wijayanto, Pr bersama tim dari Komisi Pendidikan Kevikepan Yogyakarta Timur.

Acara ini diikuti oleh para pengurus Dewan Pastoral Paroki, perwakilan umat, serta pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan pendidikan Katolik di wilayah Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor. Katakese ini menjadi bagian dari upaya Gereja dalam menindaklanjuti refleksi Keuskupan Agung Semarang terkait pelayanan pendidikan Katolik.

Katakese Hasil Sinode Pendidikan KAS

Poin-Poin Utama Hasil Sinode Pendidikan KAS:

  • Pendidikan Berkarakter & Disiplin : Sekolah Katolik diharapkan menjadi lembaga yang unggul dalam pembentukan karakter, terutama kedisiplinan.
  • Sinergi & Keterjangkauan : Adanya kolaborasi antara umat, sekolah, dan semua pihak (ekosistem) untuk menjamin biaya pendidikan terjangkau, sehingga pendidikan Katolik dapat dirasakan oleh seluruh umat.
  • Inovasi Guru : Guru didorong untuk terus belajar, kreatif, dan inovatif agar pendidikan Katolik tetap relevan dengan tantangan zaman.
  • Keterlibatan Orang Tua : Meningkatkan peran serta orang tua tidak hanya dalam hal finansial (SPP), tetapi juga dalam memberikan kontribusi ide dan keterampilan bagi sekolah.
  • Pendidikan Terformatif : Menjadikan sekolah sebagai tempat kesaksian iman yang nyata dan mendalam
Hasil Sinode Pendidikan KAS
Tim dari Komisi Pendidikan Kevikepan Yogyakarta Timur

Menyoroti Penurunan Jumlah Murid di Sekolah Katolik

Dalam pemaparannya, Romo Bertus menjelaskan bahwa salah satu isu penting yang muncul dalam Sinode Pendidikan adalah penurunan jumlah siswa di sekolah-sekolah Katolik, terutama pada jenjang SMP dan SMA. Fenomena ini juga dirasakan di wilayah Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor serta beberapa sekolah Katolik di Kabupaten Gunungkidul.

Menariknya, kondisi tersebut tidak sepenuhnya terjadi pada jenjang pendidikan dasar. Pada tingkat TK dan SD, jumlah siswa di beberapa sekolah Katolik masih cukup baik. Banyak orang tua masih mempercayakan pendidikan awal anak-anak mereka kepada sekolah yang dikelola oleh yayasan Katolik seperti Yayasan Kanisius.

Namun ketika memasuki jenjang pendidikan SMP dan SMA, jumlah siswa yang melanjutkan di sekolah Katolik cenderung menurun. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting yang menjadi bahan refleksi bersama dalam katakese tersebut: mengapa siswa yang sejak awal bersekolah di lembaga Katolik tidak selalu melanjutkan ke jenjang berikutnya di sekolah Katolik?

Beberapa faktor yang muncul dalam diskusi antara lain persaingan dengan sekolah negeri, pertimbangan biaya pendidikan, serta persepsi orang tua mengenai kualitas dan peluang pendidikan lanjutan. Selain itu, kurangnya kesinambungan antara sekolah Katolik dari jenjang dasar hingga menengah juga menjadi tantangan tersendiri.

Menyoroti Penurunan Jumlah Siswa Di Sekolah Katolik
Romo Nanung menyampaikan kondisi terkini pendidikan di sekolah Katolik yang ada di wilayah Paroki Kelor

Paparan Raport Sekolah Katolik di Gunungkidul

Selain membahas fenomena penurunan jumlah murid, Romo Bertus juga memaparkan hasil raport sekolah-sekolah Katolik di wilayah Gunungkidul. Dalam laporan tersebut, beberapa sekolah bahkan masuk dalam kategori raport merah, yang menunjukkan kondisi sekolah yang cukup memprihatinkan, terutama terkait jumlah siswa yang tidak seimbang dengan jumlah guru. Bahkan ada perbandingan satu orang guru mengampu satu orang siswa di satu sekolah Katolik. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah guru dan murid yang ideal.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa apabila kondisi kekurangan murid terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan beberapa sekolah Katolik harus ditutup. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi Gereja dalam mempertahankan pelayanan pendidikan Katolik di daerah.

Paparan Raport Sekolah Katolik Di Gunungkidul
Romo Bertus memaparkan hasil raport sekolah Katolik yang ada di Gunungkidul

Dukungan Umat bagi Sekolah Katolik

Menanggapi situasi tersebut, Markus Januharka, Pr, yang akrab disapa Romo Nanung, menegaskan pentingnya dukungan umat terhadap keberlangsungan sekolah-sekolah Katolik yang ada di wilayah Paroki Kelor.

Dalam arahannya, Romo Nanung mengajak umat untuk mendukung sekolah Katolik dengan cara nyata, salah satunya dengan menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah Katolik yang ada di sekitar paroki. Menurutnya, keberlangsungan sekolah Katolik tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola sekolah, tetapi juga seluruh umat Gereja.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kerja sama, komunikasi yang baik, dan kolaborasi antar sekolah Katolik, sehingga sekolah-sekolah tersebut dapat saling membantu, bersinergi, dan bertumbuh bersama dalam menghadapi tantangan zaman.

Dukungan umat bagi sekolah Katolik
Menyanyikan lagu Hymne Paroki Kelor

Diskusi, Kebersamaan, dan Dukungan bagi UMKM Umat

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta berkesempatan menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta pengalaman terkait pendidikan Katolik di lingkungan mereka.

Diskusi dan Kebersamaan
Diskusi dan Kebersamaan

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai tanda kebersamaan seluruh peserta yang hadir dalam katakese tersebut.

Sebagai bagian dari semangat kebersamaan dan pemberdayaan umat, panitia juga membagikan voucher makan siang yang dapat digunakan di stan kuliner milik umat yang berjualan di lingkungan Paroki Kelor. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap UMKM umat paroki.

Menu yang disediakan antara lain soto Betawi, rice bowl ayam rasa barbeque, serta rice bowl ayam sambal matah, yang dinikmati bersama oleh para peserta setelah rangkaian acara selesai.

Dukungan terhadap UMKM umat Paroki kelor
Gerakan mendukung UMKM Paroki Kelor

Menumbuhkan Harapan bagi Pendidikan Katolik

Melalui kegiatan Katakese Hasil Sinode Pendidikan KAS ini, umat Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor diajak untuk semakin menyadari bahwa pendidikan Katolik merupakan bagian dari perutusan Gereja.

Dengan dukungan umat, kolaborasi antar sekolah, serta semangat untuk terus berbenah, diharapkan sekolah-sekolah Katolik di wilayah Gunungkidul khususnya di Paroki Kelor dapat terus bertahan, berkembang, dan menjadi tempat pembinaan generasi muda yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Berkah Dalem.

Menumbuhkan Harapan Bagi Pendidikan Katolik
Berfoto bersama setelah kegiatan selesai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *