Kebangkitan Kristus Menyalakan Api Pendidikan Iman Umat Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor

Perayaan Ekaristi Paskah berlangsung dengan penuh sukacita pada hari Minggu, 5 April 2026. Umat di Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor mengikuti misa yang dimulai pukul 08.00 WIB, dipimpin oleh Romo Trasno.

Pada waktu yang sama, perayaan Ekaristi juga dilaksanakan di beberapa kapel wilayah, yakni di wilayah Semin yang dipimpin oleh Romo Nanung serta di wilayah Ngawen yang dipimpin oleh Romo Paul.

Sementara itu, umat di kapel wilayah Wonosari Jurangjero merayakan misa Paskah pada pukul 09.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Andika.

Dalam homilinya, Romo Trasno mengajak umat untuk merenungkan makna kebangkitan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa dosa dapat menyebabkan kematian, namun manusia juga memiliki kebebasan untuk membangun “firdausnya” sendiri di dunia melalui tindakan kasih dan kebaikan.

Kebangkitan Kristus, hendaknya mengubah cara pandang umat tentang cinta. Cinta bukan sekadar perasaan, melainkan sesuatu yang harus diupayakan secara nyata dalam kehidupan.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa cinta yang tulus akan menghadirkan sukacita dan kebahagiaan. Sebaliknya, apabila cinta dicemari oleh kompetisi, ancaman, dan kepentingan diri, maka yang muncul adalah pertikaian, permusuhan, dan saling menjatuhkan.

Oleh karena itu, umat diajak untuk menghidupi cinta yang sejati sebagai wujud nyata iman kepada Kristus yang bangkit.

Perayaan Paskah tahun ini mengangkat tema “Menyalakan Api Pendidikan Iman.”

Tema ini menjadi pengingat bagi seluruh umat agar kasih Kristus dan semangat kebangkitan-Nya senantiasa menyala dalam hati, memperkuat iman, serta mendorong setiap pribadi untuk terus bertumbuh dalam kehidupan rohani.

Setelah perayaan Ekaristi, kebersamaan umat semakin terasa hangat dalam acara pahargyan makan bersama yang diadakan di gereja paroki Kelor.

Hidangan sederhana berupa nasi gurih, oseng tempe dan suwir ingkung yang telah disiapkan oleh panitia Paskah bersama umat menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Suasana penuh keakraban, damai, dan tentram menyelimuti seluruh umat yang hadir, mencerminkan berkat dan anugerah Allah Bapa yang dirasakan bersama dalam keluarga besar paroki.

Selamat Paskah. Berkah Dalem.