Ngawen, Gunungkidul — Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor menggelar kegiatan Open House SMK Sanjaya Ngawen pada hari Minggu, 15 Maret 2026, yang dimulai pukul 09.30 WIB. Kegiatan dari rangkaian lustrum ke-4 Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor ini dihadiri oleh Romo Paroki, para suster, guru, komite sekolah, pengurus Dewan Pastoral Paroki, serta umat Paroki Kelor sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap karya pendidikan Katolik di wilayah Ngawen.
Kegiatan Open House SMK Sanjaya Ngawen bersama Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor pada 15 Maret 2026 memperkuat sinergi pendidikan Katolik yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Mengenal SMK Sanjaya Ngawen, Sekolah Katolik yang Terbuka Untuk Semua
SMK Sanjaya Ngawen merupakan lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak tahun 1971. Perjalanan panjangnya dimulai dengan berdirinya Yayasan Bhakti Sanjaya Ngawen pada tahun 1973, yang kemudian berkembang di bawah naungan Yayasan Santa Maria Abdi Kristus (AK). Pada tahun 1978, sekolah ini bertransformasi dari SMEA menjadi SMK.
Seiring perkembangan zaman, SMK Sanjaya terus beradaptasi dengan membuka berbagai program keahlian:
* Tahun 2003: Teknik Mekanik Otomotif
* Tahun 2006: Otomotif, Penjualan, dan Teknik Jaringan
* Tahun 2026: Akuntansi (AKL), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), dan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT/PJTI)
Sebagai sekolah Katolik, SMK Sanjaya tetap menjunjung tinggi nilai inklusivitas dengan menerima siswa dari berbagai latar belakang agama. Saat ini, sekitar 66,5% siswa beragama Katolik, sementara sisanya berasal dari agama lain. Dalam tiga tahun terakhir, siswa berasal dari berbagai daerah seperti Mentawai, Kalimantan, dan Gunungkidul.

Room Tour Melihat Langsung Fasilitas dan Proses Pembelajaran Di SMK Sanjaya
Kegiatan open house diisi dengan sesi room tour, di mana peserta diajak mengunjungi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, bengkel otomotif, ruang komputer, serta fasilitas praktik lainnya. Para guru dan siswa memberikan penjelasan langsung mengenai kegiatan belajar mengajar, termasuk program unggulan seperti outing class, kegiatan budaya dan olahraga, serta program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Melalui kegiatan ini, umat dapat melihat secara langsung bagaimana SMK Sanjaya memadukan pendidikan teori dan praktik untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja maupun wirausaha.

Tantangan Pendidikan Katolik di Era Modern
Dalam sesi pemaparan, disampaikan bahwa pendidikan Katolik di Indonesia menghadapi berbagai tantangan nyata, seperti:
* Komersialisasi pendidikan
* Revolusi digital yang sangat cepat
* Munculnya fundamentalisme
Selain itu, kendala internal juga masih dihadapi, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, peningkatan mutu pendidikan, serta persoalan pembiayaan.
Namun demikian, peluang tetap terbuka lebar. Kebutuhan tenaga kerja vokasi yang tinggi serta potensi wirausaha bagi lulusan menjadi kekuatan utama SMK. Berbagai program beasiswa seperti KKS, KPS, KIP, dan PIP juga membantu membuka akses pendidikan bagi siswa.

Diskusi dan Gagasan Pengembangan Sekolah
Dalam sesi tanya jawab, muncul berbagai ide strategis :
* Bapak Iriantono (Komite TK Theresia Kelor) mengusulkan pengajuan proposal bantuan dari Perpustakaan Nasional serta pengembangan alat praktik seperti mesin cuci steam untuk mendukung wirausaha siswa.
* Bapak Tri (Universitas Sanata Dharma) menekankan pentingnya strategi pendidikan jangka panjang dan membuka peluang *Beasiswa Cerdas Humanis* bagi lulusan SMK yang ingin melanjutkan studi ke Pendidikan Bahasa Indonesia, dengan batas pendaftaran 9 April 2026.
* Romo Trasno menyoroti pentingnya keberlanjutan sekolah melalui penguatan “branding” yang menarik, termasuk pemanfaatan media sosial dan publikasi kisah sukses alumni.
* Pak Saman menanggapi isu kampanye negatif terhadap sekolah dengan menegaskan keterbukaan SMK Sanjaya serta pentingnya pembekalan siswa agar siap menghadapi dunia kerja.
Membangun Jejaring dan Visi Pendidikan Katolik Paroki
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kunjungan, tetapi juga momentum membangun kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan Katolik yang berkelanjutan. Paroki Kelor diajak untuk:
* Membangun jejaring umat dalam mendukung sekolah-sekolah Katolik
* Mengembangkan visi jangka panjang (bukan sekadar euforia sesaat)
* Berpikir secara makro dengan melihat dampak pendidikan bagi kawasan
* Merumuskan visi dan misi karya pendidikan Katolik di paroki
Semangat komunio, missio, dan partisipasio menjadi dasar dalam menggerakkan seluruh elemen umat untuk terlibat aktif dalam dunia pendidikan.

Harapan ke Depan
Dengan terselenggaranya Open House SMK Sanjaya Ngawen ini, diharapkan semakin banyak umat yang mengenal, mendukung, dan terlibat dalam pengembangan pendidikan Katolik di Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor.

Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju sinergi yang lebih kuat antara Gereja, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman sekaligus menjadi rangkaian kegiatan lustrum ke-4 Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor. Berkah Dalem.
