
KELOR – Tangis haru bercampur tawa terdengar dari halaman RS Panti Rahayu Kelor, Karangmojo, Gunungkidul, pada Minggu, 5 Juli 2026. Bukan karena sedih, tapi karena 35 peserta hari itu resmi menjadi “jagoan” setelah mengikuti Aksi Sosial Khitan Massal yang digelar Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor.
Kegiatan ini bukan sekadar khitan. Ini adalah wujud nyata kasih yang dibagikan, tepat di usia Paroki Kelor yang ke-20 tahun atau dalam rangka perayaan Lustrum ke-4.
Kolaborasi Kasih Paroki Kelor dan Rumah Sakit Panti Rahayu
Sejak pagi, suasana RS Panti Rahayu sudah ramai. Di gedung Stella Marris lantai 2, tim medis bersiaga, dan para orang tua menggandeng erat tangan buah hatinya.

Acara ini merupakan hasil kerjasama Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor dengan RS Panti Rahayu Kelor. Hadir memberikan dukungan penuh Romo Markus Januharka, Pr selaku Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor, Wakil Direktur RS Panti Rahayu Suster Roosidetta Ni Nyoman Rusmiati, CB, S. Kep, Ns, Bapak Emmanuel Krisno Juwoto, S.Sos selaku Panewu Kapanewon Karangmojo, Bapak Suratman selaku Lurah Kelor, Dewan Paroki Kelor, serta seluruh Panitia Lustrum ke-4.
“Kami ingin lustrum ini bukan hanya pesta iman, tapi juga pesta kasih. Lewat khitan massal ini kami mau berbagi berkat bagi umat yang membutuhkan,” ujar salah satu perwakilan Panitia Lustrum.

35 Peserta Khitan, Satu Hati
Sebanyak 35 peserta khitan mengikuti kegiatan ini secara gratis. Yang menarik, peserta tidak hanya berasal dari umat Katolik. Beberapa peserta ada yang sudah beranjak remaja dan dewasa, juga ada beberapa yang beragama non-Katolik.
Bagi Paroki Kelor, pelayanan tidak mengenal batas. Di sinilah semangat persaudaraan dan kepedulian nyata diwujudkan. Tim medis dari RS Panti Rahayu yaitu dokter dan perawat bekerja dengan teliti, ramah, dan penuh kesabaran mendampingi setiap anak. Ada 10 dokter yang melakukan tugas mulia di khitan massal khusus umat KLMTD ini.
Satu per satu anak maju. Ada yang gagah, ada yang sempat takut lalu dipeluk ibunya. Tapi di akhir, semua keluar dengan senyum dan mendapatkan predikat “Anak Hebat”.

Iman yang Menjadi Tindakan
Sunatan massal KLMTD ini adalah salah satu rangkaian Aksi Sosial Lustrum ke-4 Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor. Setelah 4 tahun menapaki perjalanan iman, Paroki memilih merayakannya dengan aksi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
RS Panti Rahayu sebagai mitra strategis, membuka ruang dan tenaga terbaiknya agar kegiatan berjalan lancar, aman, dan nyaman. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa gereja dan institusi kesehatan bisa berjalan bersama untuk melayani sesama.

Acara ditutup dengan doa bersama dan berkat dari Romo Paroki. Para orang tua pun menyampaikan terima kasih karena beban biaya khitan yang biasanya memberatkan, kini bisa diringankan.

Lebih dari Sekadar Khitan
Bagi KLMTD Paroki Kelor, kegiatan khitan massal ini adalah benih. Benih kepedulian, benih kebersamaan, dan benih iman yang bertumbuh lewat tindakan.

Di tengah tantangan ekonomi, 35 keluarga hari itu merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada Gereja yang hadir. Ada Rumah Sakit yang peduli. Ada komunitas yang berbagi.
Semoga semangat Lustrum ke-4 ini terus hidup, murub menyala “Beriman, Berbagi, dan Berkarya” untuk sesama. Berkah Dalem.

