KELOR – Suara riuh penuh suka cita dan tawa khas anak-anak memenuhi area Kapel Jaranmati, Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor, pada Minggu pagi, 19 Juli 2026. Sejak pukul 09.00 WIB, suasana kapel tampak berbeda dari biasanya. Belasan anak yang dikoordinasikan oleh tim pelayanan liturgi dan Pendampingan Iman Anak (PIA) berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti Lomba Tutur Kitab Suci dengan tema Bertumbuh Bersama Sabda Tuhan
Acara ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa, namun menjadi momentum berharga dalam membumikan Sabda Allah agar makin dicintai oleh generasi muda Gereja sejak dini.
Saat Sabda Menjadi Hidup
Dengan balutan busana yang rapi dan senyum penuh percaya diri, para peserta PIA bergantian maju ke depan mimbar. Ada yang membawakan kisah perumpamaan Anak yang Hilang dengan gaya yang jenaka, ada pula yang menceritakan kisah Daud dan Goliat dengan penuh semangat hingga memukau para juri dan umat yang hadir.
Keberanian anak-anak ini menampilkan drama kecil lewat tutur kata menunjukkan betapa dalam pemahaman mereka terhadap kisah-kisah di dalam Kitab Suci.
“Awalnya deg-degan, tapi pas sudah cerita rasanya senang banget bisa berbagi kisah Yesus ke teman-teman,” puji salah satu peserta PIR dengan mata berbinar seusai tampil.

Mengapa Lomba Tutur Kitab Suci Penting untuk Anak?
Melalui kegiatan ini, Panitia Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor memiliki harapan mendalam bagi pembinaan iman anak-anak. Ada dua tujuan utama yang ingin dicapai lewat Lomba Tutur Kitab Suci ini:
- Meningkatkan Iman Sejak Dini
Iman bukanlah sesuatu yang tumbuh begitu saja saat dewasa, melainkan benih yang harus disiram sejak kecil. Dengan membaca, menghafal, dan menuturkan kembali Kitab Suci, anak-anak diajak untuk mengenal sosok Yesus secara lebih pribadi.
- Memudahkan Interpretasi Sabda
Bahasa Kitab Suci terkadang terasa berat bagi anak-anak. Lewat metode tutur atau storytelling, peserta diajak untuk mencerna makna di balik teks, menangkap pesannya, lalu membagikannya kembali dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh kawan-kawan sebaya mereka.

Menjadi Tanah yang Subur bagi Sabda Allah
Dalam Kitab Suci, Yesus pernah menyampaikan Perumpamaan tentang Penabur (Matius 13:1-9). Benih yang jatuh di tanah yang subur akan tumbuh subur dan menghasilkan buah berlimpah.
Anak-anak PIA dan PIR adalah “tanah subur” Gereja masa kini dan masa depan. Ketika kita mengenalkan dan membiasakan mereka berinteraksi dengan Sabda Tuhan sejak usia dini, kita sedang menanam benih-benih kebaikan, kasih, dan kebenaran di dalam hati mereka.
Menuturkan Kitab Suci bukan sekadar menghafal ayat, melainkan bentuk katekese hidup. Ketika anak mampu menceritakan kembali kisah Kitab Suci dengan bahasanya sendiri, itu tandanya Sabda tersebut telah meresap ke dalam pikiran dan hatinya, siap dihidupi dalam tindakan sehari-hari—baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Melangkah Bersama Membangun Generasi Misioner
Kemeriahan Lomba Tutur Kitab Suci di Kapel Jaranmati hari ini ditutup dengan doa bersama dan pembagian apresiasi bagi seluruh peserta. Namun, perutusan sejati baru saja dimulai.
Mari kita, para orang tua, pendamping PIA-PIR, dan seluruh umat Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor, terus mendukung tumbuh kembang iman anak-anak kita. Luangkan waktu untuk membaca Kitab Suci bersama di rumah, karena dari rumah-lah tempat pertama Sabda Tuhan bergema.
Tuhan memberkati dinamika pelayanan PIA Paroki Kelor! Berkah Dalem.

