Misa Pembaptisan Bayi di Paroki Kelor Berlangsung Khidmat

Baptis Bayi di Paroki Kelor
Pembaptisan Bayi di Paroki Kelor

KELOR – Suara tangis lembut bayi terdengar di antara lantunan doa yang bergema hangat di dalam Gereja Santo Petrus dan Paulus Kelor. Pada Jumat sore, 17 Juli 2026. Suasana misa harian pukul 18.00 WIB terasa berbeda dan penuh sukacita. Sebanyak 11 bayi menerima Sakramen Baptis, menandai langkah awal perjalanan iman mereka sebagai anggota keluarga besar Gereja Katolik.

Di hadapan altar, para orang tua beserta wali baptis tampak mendekap erat buah hati mereka dengan penuh kasih. Suasana khidmat meliputi seluruh gereja saat air pembaptisan dicurahkan, sebuah momen suci di mana rahmat Tuhan bekerja secara nyata.

Dipanggil dan Diangkat Menjadi Anak Allah

Prosesi perayaan Sakramen Baptis berjalan lancar. Satu per satu bayi dibawa mendekati bejana baptis. Ketika air dicurahkan Imam berkata,“Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus”. Terpancar rasa haru dan syukur dari wajah orang tua yang mendampingi.

Pemberian kain putih dan lilin bernyala menjadi simbol bahwa para bayi ini kini telah disucikan, dikenakan Kristus, dan siap berjalan dalam terang-Nya. Bagi keluarga besar Paroki Kelor, kehadiran 11 anggota baru ini adalah wujud nyata betapa kasih Allah terus mengalir dan memperbaharui Gereja-Nya dari generasi ke generasi.

Dipanggil dan diangkat menjadi anak Allah
Dipanggil dan diangkat menjadi anak Allah

Kasih Allah yang Mengangkat dan Menyelamatkan

Mengapa Gereja Katolik membaptis bayi yang belum bisa berbicara atau memilih? Jawabannya terletak pada kasih karunia Allah yang cuma-cuma (gratuitous grace).

“Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita…” (1 Yohanes 4:10)

Melalui Sakramen Baptis, anak-anak ini mengalami peristiwa iman yang luar biasa:

  • Diangkat Menjadi Anak-Anak Allah: Lewat air pembaptisan, dosa asal dihapuskan dan para bayi diangkat menjadi anak-anak Allah yang terkasih.
  • Merasakan Kasih Tuhan Sejak Dini: Sebelum mereka mampu memahami atau membalas, Tuhan sudah terlebih dahulu memeluk dan melimpahkan kasih-Nya kepada mereka.
  • Menjadi Anggota Tubuh Mistik Kristus: Para bayi secara resmi diterima menjadi bagian dari keluarga Gereja Santo Petrus dan Paulus Kelor.
Kasih Allah yang mengangkat dan menyelamatkan
Kasih Allah yang mengangkat dan menyelamatkan

Tanggung Jawab Utama Orang Tua, Sekolah Iman Pertama

Diterimanya Sakramen Baptis bukanlah akhir, melainkan awal dari peziarahan panjang. Dalam liturgi pembaptisan, orang tua dan wali baptis mengikrarkan janji untuk mendidik anak-anak ini dalam iman Katolik.

Orang tua memegang peran kunci sebagai pendidik iman yang utama dan pertama (ecclesia domestica). Melalui teladan Doa Rosario di rumah, kebiasaan hadir dalam Misa Kudus, hingga pengajaran tentang kasih dan pengampunan, benih iman yang ditanam pada hari pembaptisan ini akan tumbuh subur.

Tanggung jawab Utama Orangtua, Sekolah Iman Pertama
Tanggung jawab utama orangtua, Sekolah Iman Pertama

Wujud Syukur atas Anugerah Kehidupan

Perayaan pembaptisan 11 bayi pada Jumat sore ini menutup Misa Harian Paroki Kelor dengan nuansa penuh gembira. Seluruh umat yang hadir turut mendoakan agar ke-11 bayi senantiasa sehat, tumbuh cerdas, serta dilindungi oleh penyertaan Roh Kudus.

Umat Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor mengucapkan selamat kepada para orang tua dan keluarga atas rahmat pembaptisan ini. Mari kita bersama-sama mendukung dan mendampingi keluarga-keluarga muda ini dalam membimbing anak-anak menjadi generasi penerus Gereja yang setia dan penuh kasih.

Tuhan memberkati ke-11 bayi beserta seluruh keluarganya. Berkah Dalem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *