Misa Lustrum IV dan Penerimaan Sakramen Penguatan Di Paroki Kelor Kobarkan Api Roh Kudus (M)urub (Me)nyala

Krismawati menerima Sakramen Penguatan dari Bapa Uskup KAS
Krismawati menerima Sakramen Penguatan dari Bapa Uskup KAS

KELOR – Kesucian dan kehangatan menyelimuti Gereja Santo Petrus dan Paulus Kelor pada hari Minggu, 2 Agustus 2026 dimulai pukul 09.00. Paroki Kelor merayakan Misa Lustrum IV yang dirangkaikan secara khidmat dengan Penerimaan Sakramen Penguatan (Krisma). Tiga momen penting bersatu dalam perayaan ini yaitu peringatan perjalanan 20 tahun paroki, penguatan iman para krismawan-krismawati, serta pembaruan komitmen seluruh umat untuk terus menjadi gereja yang hidup dan berdampak.

Kobarkan api murub menyala
Kobarkan api murub menyala

Dalam perayaan ekaristi tersebut, sebanyak 104 krismawan dan krismawati resmi menerima Sakramen Penguatan yang diterimakan langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiatmoko, Pr.

Krismawan dan Krismawati Paroki Kelor
Sebagian dari Krismawan dan Krismawati Paroki Kelor

Pesan Homili Bapa Uskup KAS : Menjadi Jembatan dan Memelihara Nyala Api

Mengacu pada bacaan Kitab Suci dan Injil tentang perikop “5 roti dan 2 ikan” tentang makan dan memberi makan, Mgr. Robertus Rubiatmoko, Pr menegaskan bahwa siapa pun yang mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan akan memperoleh anugerah melimpah dari surga. Roh Kudus yang dicurahkan tidak akan pernah memisahkan umat dari Kristus. Bukti nyata bahwa seseorang terhubung erat dengan Kristus adalah kemampuannya mewujudkan Sabda-Nya dalam kehidupan sehari-hari melalui dorongan Roh Kudus.

Sejalan dengan tema perayaan Lustrum IV Paroki Kelor, yaitu “(M)urub (Me)nyala”, Bapa Uskup mengingatkan bahwa benih api (urub) yang bergelora dan makanthar-kanthar sudah ditanamkan di dalam hati setiap umat.

“Jangan sampai api itu membakar dan merusak, melainkan cukup memberi kehangatan dan menyalakan api Roh Kudus,” tutur Mgr. Rubiatmoko dalam homilinya.

Nyala api Roh Kudus tersebut diwujudkan secara nyata melalui kebersamaan, rasa saling peduli, dan tindakan berbagi demi kesejahteraan sesama. Hal ini selaras dengan Arah Dasar (ARDAS) IX Keuskupan Agung Semarang untuk mewujudkan gereja yang berbahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Secara khusus, Bapa Uskup mengajak seluruh umat dan para penerima krisma baru untuk berani bertobat dan mengambil peran aktif di tengah masyarakat. Setiap anggota gereja dipanggil untuk menjadi “pembuat jembatan” yang menghubungkan satu sama lain dalam persaudaraan, mengupayakan keakraban, serta menolak segala bentuk perpecahan demi terwujudnya kedamaian bersama.

Pesan homili Bapa Uskup KAS
Pesan homili Bapa Uskup KAS

Pesta Umat Lustrum Paroki Kelor : Sederhana, Berbagi, dan Penuh Kebersamaan

Usai perayaan Misa Kudus, sukacita berlanjut dalam acara Pesta Umat sederhana berupa makan bersama di area gereja. Tradisi kebersamaan ini diwujudkan melalui konsumsi nasi bungkus yang disediakan oleh masing-masing lingkungan, di mana setiap lingkungan dengan sukarela melebihkan 10 porsi dari jumlah anggota mereka.

Semangat dari umat, oleh umat, dan untuk umat terasa sangat kental. Bapa Uskup menyampaikan pesan agar tradisi makan bersama ini dimaknai sebagai latihan berbagi: makan secukupnya di tempat, saling memikirkan sesama agar semua mendapat bagian, dan tidak perlu membawa pulang secara berlebihan.

Kemeriahan Misa Lustrum IV dan Penerimaan Sakramen Penguatan ini menjadi pilar penguat bagi Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor untuk melangkah ke depan—tetap (M)urub (Me)nyala, penuh kasih, dan terus menjadi jembatan kebaikan bagi sesama. Berkah Dalem.

Pesta umat lustrum Paroki Kelor
Pesta umat lustrum Paroki Kelor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *