Menenun Janji di Hadapan Altar, Catatan dari Katakese Persiapan Hidup Berkeluarga Paroki Kelor

Menenun Janji Di Hadapan Altar
Para peserta KPHB bulan Oktober 2026

PAROKI KELOR — Langkah-langkah kecil memasuki gedung gereja kerap kali diawali dengan debar dada dan sejuta harapan. Namun, membangun sebuah “Gereja Kecil” (Ecclesia Domestica) yang kokoh membutuhkan lebih dari sekadar perasaan cinta, yaitu memerlukan pondasi iman, pemahaman hukum, serta kesiapan mental dan spiritual.

Pada akhir pekan lalu, Sabtu dan Minggu, tanggal 10 dan 11 Oktober 2026, sebanyak 5 pasang calon pengantin di Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor meluangkan waktu khusus untuk mengendapkan hati dan memperdalam bekal kehidupan pernikahan mereka. Selama dua hari penuh, mulai pukul 08.30 hingga 16.30 WIB. Mereka mengikuti kegiatan Katekese Persiapan Hidup Berkeluarga (KPHB) atau yang lebih dikenal dengan Kursus Perkawinan Katolik.

KPHB ini merupakan tim pelayanan dari bidang Paguyuban Dewan Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor. Tugasnya mempersiapkan pasangan Katolik yang akan melangsungkan pernikahan di gereja Katolik.

Materi Katakese Persiapan Hidup Berkeluarga Katolik

Di balik meja-meja pelatihan, tampak lima pasangan muda saling bertukar pandang. Ada senyum simpul, anggukan kepala, hingga catatan-catatan kecil yang dipersiapkan demi menyongsong hari bahagia mereka. Didampingi oleh Tim KPHB Paroki Kelor, suasana kursus berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh dengan dinamika reflektif.

Sesi demi sesi membedah realitas pernikahan secara jujur dan mendalam.

Fondasi Hukum, Komitmen, dan Realitas

Hari pertama dibuka dengan pembahasan fundamental mengenai Hukum Perkawinan Katolik dan Perkawinan sebagai Jalan Kekudusan yang dibimbing oleh Romo Makus Januhaka, P dan omo Christophorus Sutrasno Purwanto, Pr. Para peserta diajak memahami bahwa sakramen perkawinan bukan sekadar kontrak sosial, melainkan ikatan suci yang tak terputuskan (indissolubile).

Materi kemudian berlanjut pada ranah praktis kehidupan sehari-hari:

  • Manajemen Masalah: Dibimbing oleh Bapak Domisius Priyono dan Bapak Antonius Muryadi, peserta diajak memetakan dan mengelola konflik secara bijak.
  • Kesetaraan Gender dan KDRT: Dipandu oleh Ibu Judith Juliastri Sayektiningsih dan  Bapak FA. Kasino Hudoyo untuk membangun relasi saling menghargai tanpa kekerasan.
  • Terbuka pada Keturunan: Menghayati rahmat kehidupan dan peran orang tua bersama Ibu MM. Warjiyem dan Ibu Margareta Hartini
  • Tanggung Jawab Keluarga Katolik: Ditegaskan oleh Bapak AM. Suprantyo dan Bapak Aloysius Sutono.
  • Revolusi Keuangan: Pembekalan pengelolaan finansial rumah tangga yang sehat oleh Bapak Alexius Fendy Ardian Pancasakti dan Ibu Christina Nindya Erna Herawati.
Fondasi hukum, komitmen dan realitas
Materi Revolusi Keuangan dipandu oleh Bapak Alexius Fendy Ardian Pancasakti

Komunikasi, Spiritualitas, dan Peran Sosial

Memasuki hari kedua, suasana terasa makin akrab. Materi difokuskan pada spiritualitas dan pola asuh keluarga:

  • Komunikasi Keluarga: Dipandu oleh Bapak Martinus Supadma dan Bapak Valerianus Warsono yang membagikan tentang kunci pentingnya dialog terbuka dan empati.
  • Menghidupi Doa, Ekaristi, dan Sabda: Disampaikan oleh Bapak Mateus Supriyadi dan Bapak Andreas S yang menekankan pentingnya menjadikan Kristus sebagai pusat dalam rumah tangga.
  • Gereja dan Keterlibatanku: Dipandu oleh Bapak Albertus Arisdiyanto yang menggalang semangat untuk tetap aktif melayani di tengah masyarakat dan lingkungan.
  • Kepemimpinan Keluarga : Dipandu oleh Bapak Vincensius Udi Prasetyo yang menekankan pentingnya peran ayah sebagai pemimpin keluarga
  • Pendidikan Anak: Dipandu oleh Ibu Agnes Tritsiana Yulianti dan Ibu Christiana Sri Hartanti yang membekali calon orang tua dalam memimpin serta mendidik generasi penerus.

Rangkaian acara dua hari ini ditutup manis oleh tim KPHB Paroki Kelor melalui sesi evaluasi dan penutupan. Para peserta kursus perkawinan tampak antusias mendengarkan materi dan aktif bertanya jika ada hal yang kurang jelas.

Materi Katakese Persiapan Hidup Berkeluarga Katolik
Penyampaian materi KPHB tentang Terbuka Pada Keturunan oleh Ibu Warjiyem

Perkawinan Katolik sebagai Jalan Kekudusan

Perkawinan Katolik bukanlah sekadar perayaan pesta satu hari, melainkan perjalanan iman seumur hidup. Dalam katekese Gereja Katolik, Sakramen Perkawinan memancarkan cinta kasih Kristus kepada Gereja-Nya.

Ada tiga pilar utama dalam Perkawinan Katolik yang ditegaskan kembali dalam KPHB ini:

  1. Monogami dan Tak Terceraikan: Cinta perkawinan Katolik menuntut kesetiaan penuh antara satu pria dan satu wanita, yang dipersatukan oleh Allah dan tidak dapat dipisahkan oleh manusia.
  2. Kedudukan Sejajar dan Saling Menguduskan: Suami dan istri dipanggil untuk menjadi teman seperjalanan yang saling mendukung, saling mengampuni, dan saling hantar menuju kekudusan. Ingat selalu Kitab Kejadian 2:21-22 “Dan dari tulang rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.”
  3. Gereja Domestik (Gereja Rumah Tangga): Rumah tangga Katolik adalah tempat pertama di mana doa dilantunkan, iman diajarkan, dan kasih diteladankan melalui keterlibatan nyata di tengah Gereja dan masyarakat.
Perkawinan Katolik Sebagai Jalan Kekudusan
Perkawinan Katolik Sebagai Jalan Kekudusan

Pesan untuk Para Calon Pengantin

“Membangun rumah tangga ibarat mengarungi samudra. Badai dan ombak tentu akan datang, namun selama Kristus ada di dalam perahu rumah tangga kalian, tidak ada badai yang perlu ditakuti.”

Kepada lima pasangan calon pengantin Paroki Kelor, ingatlah bahwa perbedaan pendapat, tantangan ekonomi, atau kejenuhan adalah hal yang lumrah. Kuncinya terletak pada komunikasi yang jujur, kerendahan hati untuk saling memaafkan, serta kebiasaan berdoa bersama. Jangan pernah ragu untuk menjadikan Ekaristi dan Doa sebagai jangkar dalam setiap pergumulan rumah tangga kalian.

Selamat mempersiapkan diri menuju Altar Suci. Semoga rahmat Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah persiapan hingga hari pernikahan tiba. Berkah Dalem.

Pesan untuk para calon pengantin
Pesan untuk para calon pengantin tentang Gender dan KDRT oleh Ibu Judith Juliastri Sn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *