HUT PUPIP ke-11 di Paroki Kelor : Merawat Persaudaraan Dan Menumbuhkan Panggilan

Merawat persaudaraan dan menumbuhkan panggilan
Merawat persaudaraan dan menumbuhkan panggilan

Suasana penuh sukacita dan persaudaraan terasa hangat di Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor pada Sabtu, 16 Mei 2026. Umat bersama para pengurus Paseduluran Umat Pamitran Imam Projo (PUPIP) se-Kevikepan Yogyakarta berkumpul untuk merayakan Hari Ulang Tahun PUPIP ke-11 dalam semangat syukur dan kebersamaan.

Acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Vikep Kategorial KAS Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr berkonseleberasi dengan Romo Ignatius Fajar Kristianto, Pr, Romo Norbertus Sukarno Siwi, Pr, Romo Markus Januharka, Pr dan Romo Christophorus Sutrasno Purwanto, Pr. Para umat se-Kevikepan Yogyakarta  yang tergabung dalam kepengurusan PUPIP dari berbagai paroki hadir dalam acara ini. Misa Syukur yang berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Dalam suasana doa tersebut, umat diajak kembali menyadari pentingnya berjalan bersama para imam dalam kehidupan Gereja.

Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan sederhana dan ramah tamah yang semakin mempererat relasi antarumat. Tawa, sapaan hangat, dan kebersamaan yang terjalin menjadi gambaran nyata bahwa Gereja hidup bukan hanya melalui liturgi, tetapi juga lewat persaudaraan yang saling menguatkan.

PUPIP hadir sebagai sahabat seperjalanan bagi para imam projo. Melalui doa, perhatian, dan kasih yang nyata, PUPIP menjadi ruang dukungan bagi para imam di tengah dinamika dan tantangan pelayanan mereka. Kehadiran umat yang peduli menjadi tanda bahwa panggilan imamat tidak berjalan sendiri, melainkan ditopang oleh cinta seluruh umat Allah.

Momentum ulang tahun ke-11 ini juga menjadi ajakan bagi umat untuk ikut ambil bagian dalam merawat dan menumbuhkan benih-benih panggilan. Panggilan hidup membiara maupun imamat tidak tumbuh dalam kesendirian, tetapi berkembang melalui doa, perhatian, serta kepedulian komunitas yang mendukung dengan tulus.

HUT PUPIP
Potong tumpeng HUT PUPIP ke-11

Gereja Bertumbuh dalam Persaudaraan

Gereja bertumbuh dalam persaudaraan
Gereja bertumbuh dalam persaudaraan

Perayaan HUT PUPIP mengingatkan umat bahwa Gereja yang kuat lahir dari relasi yang hangat antara klerus dan awam. Imam dan umat bukan dua kelompok yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan satu keluarga Allah yang saling menopang dalam pelayanan dan kehidupan iman.

Dalam Injil, Yesus sendiri menunjukkan pola hidup persaudaraan. Ia berjalan bersama para murid, mendengarkan mereka, menguatkan ketika mereka lemah, dan mengutus mereka untuk menjadi pelayan kasih. Semangat itulah yang dihidupi oleh PUPIP: menjadi sahabat yang hadir, mendukung, dan menemani perjalanan para imam.

Ketika imam dan umat berjalan bersama, saling mendengarkan, dan saling menguatkan, wajah Gereja yang hidup akan semakin nyata di tengah dunia. Persaudaraan sejati bukan sekadar kebersamaan dalam acara, melainkan kesediaan untuk hadir bagi sesama dalam doa, perhatian, dan kasih yang tulus.

Melalui perayaan ini, umat diajak semakin menyadari bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga kehidupan Gereja. Dukungan kecil, doa sederhana, maupun perhatian yang tulus dapat menjadi sumber kekuatan besar bagi para pelayan Gereja. Dari relasi yang penuh kasih itulah Gereja terus bertumbuh menjadi komunitas yang hidup, hangat, dan membawa harapan bagi dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *