Kehangatan Senam Shibashi di Paroki Kelor Mengajak Umat Bahagia, Menginspirasi, dan Sejahtera

Kehangatan Senam Shibashi di Paroki Kelor mengajak umat bahagia, menginspirasi dan sejahtera

PAROKIKELOR.COM – Angin sore berembus lembut menyapu area Pendopo Santo Matius Kelor pada hari Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Suasana yang biasanya hening perlahan hidup saat alunan musik meditasi nan menenangkan mulai berkumandang. Umat dari berbagai usia tampak berkumpul dengan senyum mengembang, siap menggerakkan tubuh mereka dalam keharmonisan.

Semangat kebersamaan ini kembali berlanjut pada hari Selasa, 22 September 2026 di halaman Kapel Semin, Gunungkidul. Kegiatan bertajuk “Menuju Umat yang Bahagia, Menginspirasi, dan Sejahtera” ini diselenggarakan oleh Tim Pelayanan Pendampingan Iman Usia Lanjut (PIUL) Bidang Pewartaan Paroki Kelor.

Senam sibashi di halaman kapel Semin
Para peserta senam Sibashi di halaman kapel Semin

Dari Lansia untuk Seluruh Umat

Pada mulanya, senam Shibashi digagas khusus sebagai program perhatian bagi umat lanjut usia (lansia). Namun, keindahan gerakan dan aura positif yang terpancar saat latihan justru menarik minat umat secara luas.

Saat pelaksanaan berlangsung, suasana terasa inklusif. Tidak hanya para pinisepuh, kaum muda hingga keluarga ikut membaur merapatkan barisan. Antusiasme umat Paroki Kelor terpancar dari wajah-wajah yang rileks namun penuh konsentrasi mengikuti setiap ritme gerakan.

Di bawah bimbingan instruktur senam profesional yang berlisensi dan berpengalaman tinggi, umat diajak menyelaraskan napas, pikiran, dan tubuh. Olah tubuh lembut yang mirip gerakan Tai Chi ini terasa begitu mengalir, membuat siapapun yang mengikutinya meresapi keheningan sekaligus kebugaran fisik.

Dari lansia untuk seluruh umat
Dari lansia untuk seluruh umat

Mengenal Senam Shibashi, Sejarah dan Manfaat Jiwa-Raga

Bagi sebagian orang, nama Shibashi mungkin masih terdengar asing. Tai Chi Qigong Shibashi merupakan serangkaian 18 gerakan olah energi dan pernapasan yang dikembangkan pada tahun 1979 oleh Prof. Lin Housheng bersama Prof. Zhang Guangde di Tiongkok.

Kata “Shibashi” secara harfiah berarti “18 Gerakan”. Kombinasi unik ini memadukan kelembutan Tai Chi dengan teknik pemusatan energi Qigong, difokuskan untuk memperlancar aliran energi vital (chi) dalam tubuh.

Manfaat Utama Senam Shibashi:

  1. Melancarkan Sirkulasi Darah: Gerakan melingkar dan lembut membantu membuka simpul saraf serta meredakan ketegangan otot.
  2. Kesehatan Pernapasan dan Jantung: Memperbaiki kapasitas paru-paru lewat teknik olah napas dalam.
  3. Keseimbangan Tubuh & Sendi: Sangat aman untuk persendian karena tidak menimbulkan ketegangan (low impact).
  4. Kesehatan Mental: Mengurangi kecemasan, menenangkan pikiran, serta membantu tidur lebih nyenyak.
Mengenal senam Shibashi
Mengenal senam Shibashi

Jejak Senam Shibashi di Paroki-Paroki Keuskupan

Langkah Tim Pelayanan PIUL Paroki Kelor menghadirkan Shibashi bukanlah tanpa alasan. Di berbagai wilayah gerejani, khususnya di lingkungan Keuskupan Agung Semarang (KAS) maupun keuskupan lainnya, senam Shibashi telah menjadi sarana kebugaran populer di komunitas lansia (seperti Paguyuban Lansia Simeon-Hanna) serta komunitas kerahiman dan pastoral kesehatan.

Paroki-paroki seperti Paroki Kumetiran, Paroki Pringwulung, hingga Paroki Bantul secara berkala memanfaatkan senam Shibashi sebagai sarana sapaan pastoral, menghubungkan kesehatan jiwa dan raga dalam kegembiraan iman.

Jejak senam Shibashi
Jejak senam Shibashi

Relevansi Senam Shibashi bagi Lansia dan Umat Umum

Relevansi senam Shibashi
Instruktur senam Shibashi

Senam Shibashi menawarkan relevansi yang kuat bagi seluruh umat:

  • Bagi Umat Lansia : Shibashi menjadi terapi gerak yang ramah fisik. Tidak ada loncatan atau beban berat, sehingga risiko cedera sangat kecil. Senam ini memperkuat keseimbangan tubuh lansia agar tidak mudah jatuh, sekaligus menjadi ruang bersosialisasi yang mengikis rasa kesepian.
  • Bagi Umat Umum & Kaum Muda : Di tengah rutinitas harian yang padat dan penuh tekanan (stress), Shibashi berfungsi sebagai mindfulness exercise—sarana istirahat sejenak untuk memulihkan energi mental, melepaskan penat, dan menjaga postur tubuh tetap bugar.

Melalui olah tubuh dan rasa ini, kegiatan senam Shibashi di Paroki Kelor tidak sekadar menjadi ajang berolahraga, melainkan langkah nyata mewujudkan iklim persaudaraan yang membahagiakan, menginspirasi sesama, serta memancarkan kesejahteraan hidup rohani dan jasmani. Berkah Dalem.

Relevansi senam shibashi bagi lansia dan umat umum
Relevansi senam shibashi bagi lansia dan umat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *