Kunjungan kepada umat lanjut usia (lansia) yang termasuk golongan keluarga KLMTD Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor menjadi wujud nyata perhatian gereja melalui pelayanan kesehatan dan doa bersama demi kesejahteraan umat. Semangat Gereja yang hadir, menyapa, dan melayani kembali diwujudkan dalam kegiatan kunjungan lansia keluarga Kecil Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel (KLMTD) yang dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April 2026 pukul 08.00–12.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Lingkungan Lucia Bolodukuh dan Paulus Ponjong, Wilayah Jaranmati, Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor.
Sebanyak 9 umat yang terdiri dari 7 keluarga dikunjungi dalam kegiatan ini. Kunjungan ini menjadi bentuk nyata perhatian Gereja agar keluarga KLMTD, khususnya yang memiliki anggota lansia, dapat merasakan kehadiran Gereja yang menguatkan, menyembuhkan, dan membawa harapan.

Pelayanan Terpadu Kesehatan dan Doa
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tim Pelayanan Kesehatan dari bidang Kemasyarakatan dan Tim Pelayanan Pendampingan Iman Usia Lanjut (PIUL) dari bidang Pewartaan dan Evangelisasi Paroki Kelor. Pelayanan yang diberikan meliputi Pemeriksaan kesehatan langsung oleh tenaga medis (termasuk dokter umum dan perawat) dari Rumah Sakit Panti Rahayu dan kegiatan Pendampingan serta doa bersama dengan keluarga lansia oleh Tim PIUL
Kehadiran tenaga medis memungkinkan umat mendapatkan pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, hingga kondisi fisik umum. Sementara itu, doa bersama menjadi kekuatan rohani yang meneguhkan keluarga dalam menghadapi situasi sakit dan keterbatasan.

Potret Nyata Kehidupan Lansia KLMTD yang Dikunjungi
Di Lingkungan Lucia Bolodukuh, lima keluarga dikunjungi dengan berbagai kondisi kehidupan yang menyentuh:
- Ada lansia yang tetap mandiri di usia lanjut, namun tetap membutuhkan perhatian kesehatan rutin
- Ada yang hidup sendiri dengan keterbatasan fisik
- Ada keluarga yang merawat lansia sekaligus anggota keluarga berkebutuhan khusus
- Beberapa lansia mengalami keluhan serius seperti tekanan darah tinggi, nyeri tulang, diabetes, hingga riwayat penyakit paru
Sementara itu, di Lingkungan Paulus Ponjong, dua keluarga yang dikunjungi :
- Lansia yang masih mandiri meski memiliki riwayat jatuh dan nyeri lutut
- Keluarga yang merawat anggota dengan kondisi stroke berat selama dua tahun tanpa kontrol rutin
Melalui kunjungan ini, tim kesehatan tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan serta rujukan ke fasilitas kesehatan agar umat mendapatkan penanganan yang lebih optimal melalui Puskesmas maupun rumah sakit menggunakan biaya dari BPJS.

Kehadiran Gereja yang Menguatkan
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi tanda nyata bahwa Gereja sungguh hadir dalam kehidupan umat, terlebih bagi mereka yang lemah dan membutuhkan perhatian.
Keluarga yang dikunjungi merasakan sukacita karena tidak berjalan sendiri. Ada Gereja yang datang, mendengarkan, dan peduli.
Kegiatan ini mengingatkan kita pada sabda Yesus dalam Injil Matius 25:36:
“Aku sakit, kamu melawat Aku.”
Melalui kunjungan kepada lansia dan orang sakit, kita sesungguhnya sedang melayani Kristus sendiri. Gereja dipanggil bukan hanya untuk merayakan iman di dalam gereja, tetapi juga menghadirkannya dalam tindakan nyata kasih kepada sesama.
Perhatian kepada lansia memiliki makna yang mendalam:
- Lansia adalah pribadi yang perlu dihormati dan dijaga martabatnya
- Mereka adalah saksi hidup perjalanan iman keluarga
- Mereka membutuhkan kehadiran, bukan hanya bantuan materi, tetapi juga kasih dan perhatian
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa “Iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yak 2:17). Maka pelayanan seperti ini adalah bentuk konkret iman yang hidup.

Gereja yang Menyapa dan Menyembuhkan
Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga KLMTD semakin merasakan perhatian dan kasih Gereja, umat semakin tergerak untuk peduli terhadap sesama, terutama yang sakit dan lansia dan pelayanan Gereja semakin menyentuh kebutuhan nyata umat, baik secara fisik maupun rohani. Kehadiran gereja di tengah umat KLMTD menjadi kekuatan. Kunjungan lansia ini menjadi bukti bahwa Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah kasih yang hadir dalam kehidupan umat sehari-hari. Di tengah keterbatasan dan penderitaan, Gereja datang membawa harapan, kesehatan, dan kekuatan iman.
Semoga semangat pelayanan ini terus hidup dan menginspirasi seluruh umat untuk menjadi perpanjangan tangan kasih Kristus. Amin. Berkah Dalem.

