Seminar Sejarah Misi Pendidikan Katolik KAS di Paroki Kelor, Meneguhkan Iman dan Pendidikan sebagai Jalan Membangun Manusia

Romo Yohanes Rusmana
Romo Yohanes Rusmana, Pr (Romo Jojo) sebagai narasumber Seminar Sejarah Pendidikan KAS di Paroki Kelor

Kelor, 4 Mei 2026 — Umat Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor mengikuti Seminar Sejarah Misi Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Semarang yang diselenggarakan pada Minggu, 3 Mei 2026 mulai pukul 10.00 WIB di gereja paroki. Seminar ini menghadirkan narasumber Romo Yohanes Rusmana, Pr atau yang biasa disapa dengan nama Romo Jojo. Para peserta seminar adalah umat Paroki Kelor yang sebagian besar adalah para pendidik di sekolah Katolik yang ada di wilayah Paroki Kelor. Sebelum menghadiri acara seminar, sebagian umat dan para suster mengikuti Edufair dari TK Theresia Kelor dan SMA Dominikus Wonosari yang diselenggarakan di sekitar TK Theresia Kelor. Di kapel wilayah Semin pada waktu yang sama juga berlangsung Edufair dari SMP dan SMK Sanjaya Ngawen. Puji Tuhan. semua acara terlaksana dengan lancar serta penuh antusiasme dari peserta.

Kegiatan seminar diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Hymne Paroki Kelor yang membangkitkan semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap Gereja. Setelah itu, peserta diajak menyelami sejarah panjang karya misi Gereja Katolik melalui pemaparan materi seminar dan pemutaran film sejarah misi sekolah Katolik di Jawa, termasuk karya misioner yang dilakukan oleh Frans van Lith di Muntilan.

Dalam seminar tersebut dijelaskan bahwa pada awalnya Gereja Katolik hadir dengan misi utama membaptis dan menanamkan Gereja (plantatio ecclesiae) demi keselamatan umat manusia. Namun seiring perjalanan waktu, karya misi Gereja berkembang menjadi lebih luas, termasuk melalui dunia pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai salah satu pilar historis Gereja Katolik dalam mewartakan Injil.

Romo Yohanes Rusmana menegaskan bahwa pendidikan Katolik bukan sekadar memberikan pengetahuan akademis, tetapi merupakan sebuah proyek antropologis yang membentuk manusia secara utuh agar semakin menyerupai Kristus. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan, melainkan juga membantu manusia mencari Kerajaan Allah melalui pembentukan karakter, iman, dan kemanusiaan.

Seminar Sejarah Misi Pendidikan Katolik KAS di Paroki Kelor: Meneguhkan Iman dan Pendidikan sebagai Jalan Membangun Manusia
Menonton film saat seminar

Peserta seminar juga diajak melihat perjalanan sejarah pendidikan Gereja. Pada abad ke-5 hingga abad ke-10, biara-biara menjadi satu-satunya “pulau budaya” yang menjaga ilmu pengetahuan di tengah situasi dunia yang tidak stabil. Selanjutnya pada abad ke-12 hingga ke-13, Gereja mendirikan universitas-universitas pertama di dunia seperti Universitas Bologna, Universitas Paris, Universitas Oxford, dan Universitas Salamanca.

Dalam pemaparannya, Romo Jojo juga mengingatkan bahwa pendidikan selalu memiliki dua dimensi penting, yaitu dimensi rohani dan dimensi manusiawi. Seorang pendidik dipanggil untuk terlebih dahulu menyelesaikan dimensi kemanusiaannya agar mampu mendampingi peserta didik dengan hati yang matang dan penuh kasih. Pendidikan Katolik hendaknya mampu memadukan iman dan akal budi, sebab keduanya tidak saling bertentangan.

Seminar ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Paroki Kelor untuk semakin memahami sejarah misi Gereja dalam bidang pendidikan sekaligus menyadari pentingnya peran pendidikan Katolik dalam membentuk generasi yang beriman, cerdas, dan berkarakter Kristiani.

Melalui kegiatan ini, umat diajak untuk terus mendukung karya pendidikan Katolik sebagai bagian dari perutusan Gereja dalam menghadirkan terang Kristus di tengah dunia. Pendidikan bukan hanya sarana memperoleh ilmu, tetapi juga jalan pembentukan manusia yang utuh demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan sesama. Berkah Dalem.

Berfoto bersama seusai acara seminar
Berfoto bersama seusai acara seminar. Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *